Bisnis property di jakarta dan sekitarnya tahun 2015 akan terus menggeliat. Kondisi ekonomi nasional yang semakin stabil menjadi faktor utama menjamurnya pembangunan hunian vertikal di jakarta dan sekitarnya. Pengembang terus berlomba-lomba menawarkan konsep properti yang unik dengan segala kelebihannya kepada para konsumen.
Trend yang tengah berkembang pesat di DKI Jakarta dan kota kota besar lainnya seperti Bandung dan Surabaya, yakni pembangunan hunian terpadu. Para pengembang besar berusaha keras membangun kawasan bisnis hunian terpadu itu. Kalau perlu, mengerahkan seluruh energi yang mereka miliki. Sikap keras ini dilatarbelakangi kecendrungan merih prestise, yang tnpa disadari merasuk ke benak para pemain besar properti. Sejumlah pengembang baru merasa pas berada di panggung prestise kompetisi bisnis properti apabila sudah membangun proyek hunian superblok maupun mix-use.
Salah satu konsep yang saat ini di kembangkan oleh para pengembang adalah mixed-use. Mixed-use dalah suatu pengembangan produk properti yang terdiri dari perkantoran,hotel,tempat tinggal, dan komersial yang di kembangkan sebagai solusi hunian terbaik untuk bermukim di Jakarta yang terlanjur padat dan punya problem lalulintas kronis.
Pakar properti panangian simanungkalit memaparkan, properti yang mengusung konsep mix-used, kondominium,perkantoran, dan ritel layak di gunakan sebagai investasi.
Pasalnya, tingkat kapitalisasi yang di peroleh lebih cepat dengan pengembalian per tahun lebih tinggi.
Apalagi, properti di indonesia masih sangat terbuka dan memberikan hasil yang menguntungkan, sehingga sehingga tidak ada alasan bagi pengembang untuk menunda pembangunan atau investor yang ingin berinvestasi. Namun, panangian mengkui, mengenai besarnya suplai yang ada, ini tergantung pada lokasi dan jenis suplainya.
Jika, suplai properti sejenis yang bertambah di pasaran akan terus menekan harga. " tapi yang paling penting adalah lokasi. Kalau lokasi strategis akan tetap menarik.
Sementara itu, Direktur eksekutif Indonesia Property Wacth Ali Tranghada mengatakan , bahwa prospek hunian apartemen menengah sedang naik. " Mau tidak mau, orang membutuhkan apartemen, karena bekerja di jakarta dengan tingkat kepadatan serta kemacetan tinggi. Kalau di bangun apartemen mewah semua, lalu para pekerja yang kebanyakan komuter ini akan tinggal dimana," katanya.
Ditengah pertumbuhan pasar properti, perkembangan pasar apartemen kelas menengah tengah " naik daun ". Dengan menjual konsep mixed use yang di lengkapi fasilitas mewah, apartemen kelas menengah terus diburu sebagai tempat tinggal dan investasi.
Konsep mixd use ini bisa ditemukan di Apartemen Titanium Square. Apartment yang berdiri diatas lahan seluas kurang lebih 1,3 Ha ini, menawarkan suatu properti yang terdiri dari mall 2 lantai dan 3 tower apartment, dan rencananya akan di bangun sebanyak 952 unit. Unit apartment maupun kondotel yang di tawarkan mulai dari tipe 29m2 hingga 37m2 dengan harga mulai dari Rp.400 Jutaan per unit,"
PT.Titanium menunjuk Aston hotel Internasional sebagai operator hotel di Titanium Square. Ketertarikan Aston Internasional untuk mengelolah kondominium di Titanium Square ini tentunya dengan alasan yang kuat.
Diantaranya karena berlokasi di Pasar Rebo Jakarta Timur yang memiliki pasar terbuka dan prospektif. Selain itu, dikawasan ini juga mulai di minati kalangan ekspatriat yang bekerja di perusahaan industri yang berada di kawasan tersebut.
Lokasi proyek ini sangat strategis karen dengan sarana-sarana pendukung seperti fasilitas pendidikan ( PB. Soedirman, Global Islamic, Al Azhar, Universitas Jaya baya, Universitas Indonesia ), dan fasilitas kesehatan ( RSUD Pasar Rebo, RS Harapan Bunda, RS Tugu Ibu ).
Titanium Square juga tidak jauh dari pusat perbelanjaan ( Mall Graha Cijantung, Cibubur Junction, Lotte Mart, Margo City ) dan fasilitas Olahraga ( Gelanggang Olahraga terbesar di Jakarta Timur ). Tak hanya itu, industri-industri besar seperti Panasonic, Buyer, Kon Guan, Indomilk, Frisian Flag, Asaba, NGK, Nutricia, dan masih ada beberapa lainnya, berada di sekitar proyek ini.
" Apartmen Titanium Square berbentuk U-Shape . 1 Unit hunian di banderol dengan harga Rp.400 Jutaan ," Ujar Yelfi Endri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar